oleh

Warga Seko Tengah Menjerit Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, Diduga Akibat Akses Jalan Ditutup

LuwuRayaNews.id – Luwu Utara | Warga Seko Tengah menjerit dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak tinggi akibat akses darat menuju Seko ditutup oleh Pemerintah Kecamatan Seko.

Alasan Pemerintah Kecamatan Seko menutup akses tersebut atas desakan oleh masyarakat, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti yang dikutip dari portal Media Metropendidikan.com.

Menurut RD (30) warga Desa Embonatana mengatakan kepada media Luwurayanews.id, dengan ditutupnya akses masuk di Kecamatan Seko sangat mempengaruhi harga kebutuhan khususnya kami di Seko Tengah saat ini.

“Sebelumnya, harga Gula Pasir di kios masih terjangkau murah sejumlah Rp20.000/kg, setelah dilarang pedagang masuk naik menjadi Rp25.000/kg. Minyak Kelapa 1 jeriken berisi 5 liter yang sebelumnya hanya Rp100.000, naik menjadi Rp120.000. Harga Garam sebelumnya hanya Rp90.000/sak, kini naik menjadi Rp110.000.

Telur 1 rak yang sebelumnya hanya Rp65.000, naik menjadi Rp90.000. Deterjen Daia 1 Kg yang sebelumnya Rp22.000, naik menjadi Rp25.000. Tepung terigu sebelumnya hanya Rp10.000/kg naik menjadi 15.000.

BBM sebelumnya Rp15.000/liter naik, menjadi Rp20.000 bahkan ada yang Rp23000/ liter,” ujarnya pada minggu (17/05/2020).

Hal ini dibenarkan oleh Topel salah satu toko masyarakat dari Desa Tanamakaleang, saat dihubungi via telpon seluler (17/05/2020).

“Memang benar harga sembako di Seko Tenggah naik, satu hari lalu sempat saya belih gula pasir dari salah satu ojek harganya Rp1.100.000/sak. Kemudian Bensin 1 jeriken isi 30 liter seharga Rp600.000, menurutnya harga kebutuhan pokok tersebut sebelumnya hanya Rp950.000/sak untuk Gula Pasir, Bensin satu jeriken isi 30 liter hanya Rp450.000, setelah ditutup akses masuk Seko, harga barang melonjak tinggi,” kata Topel.

Dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok di Seko Tengah, kalau bisa pemerintah Kecamatan Seko mengevaluasi kembali agar tidak berdampak buruk pada ekonomi masyarakat. Kita semua ingin bebas dari Covid-19 tapi sebaiknya kita ikuti sesuai anjuran protokol karena hal itu sudah melalui kajian ilmiah oleh Pemerintah,” lanjutnya.

Saat di hubungi Camat seko melalui telpon selulernya, sedang diluar jangkauan. Dikonfirmasi melalui pesan singkat juga belum ditanggapi hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan apa-apa dari pemerintah Kecamatan Seko. (NDR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed