oleh

Tim Relawan Covid-19 Desa Muktisari Dianiaya Sekelompok Pemuda

LuwuRayaNews.Id – Luwu Utara | Keributan pemuda dan Tim Relawan terjadi di depan posko penanganan Covid-19, Dusun Rantemalona, Desa Muktisari, Kabupaten Luwu Utara pada Sabtu 02 Mei 2020 sekitar pukul 19.30 WITA.

Akibat dari keributan tersebut, 1 warga Desa Muktisari bernama Rahmat Salim yang juga merupakan Tim Relawan penangan Covid-19 menjadi korban dan mengalami luka serius di bagian kepala sehingga dilarikan ke Postu terdekat untuk dilakukan perawatan.

Ahmad Dandi mewakili Tim Relawan di Desa tersebut, sekaligus saksi mata atas kronologis kejadian menerangkan bahwa awal dari keributan tersebut bermula dari pemuda berinisial G dari Dusun Tanimba, Kec. Bone-bone tak terimah diberhentikan oleh Tim Relawan di pos penanganan Covid-19 karena tak memakai masker.

Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk menyampaikan himbauan dari pemerintah untuk tetap saling jaga antar satu dengan yang lainnya, guna untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Namun karena tak terimah diberhentikan, pemuda itu pun memanggil temannya 2 orang dan mencoba menerobos jalan yang sudah ditutup aparat Desa Muktisari.

Lalu kemudian, Tim Relawan yang bertugas pada saat itu mencoba memperingati pemuda tersebut secara baik-baik. Seakan tak terimah diperingati, pemuda dari Dusun Tanimba tersebut mendorong hingga memukul salah satu Tim Relawan yang bernama Rahmat Salim.

Karena tak terimah perlakuan dari pemuda tersebut, Tim Relawan mencoba memukul mundur pemuda dari Tanimba. Sempat terjadi keributan yang mengakibatkan Rahmat Salim mengalahmi luka di bagian kepala.

Tidak sampai disitu, keributan pun berlanjut ketika 3 pemuda itu pulang dalam keadaan marah untuk memanggil massa agar kembali ke TKP menyerang Tim Relawan hingga menghancurkan peralatan posko dan kendaraan roda dua(motor).

Akibat kejadian tersebut, Tim Relawan mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kejadian karena berhubung salah satu orang tua dari 3 pemuda itu juga ikut melaporkan terkait kejadian.

Kedua pihak dan orang tua dari inisial G sama-sama diminta keterangan. Tak lama berselang pemuda yang berinisial G dan massanya kembali melakukan penyerangan. Kali ini mereka hendak menyerang Polsek Bone-bone setelah mengetahui bahwa Tim Relawan Desa Muktisari melaporkan kejadian yang mereka alami.

Beruntunglah karena pihak kepolisian setempat masih bisa menengahi massa yang berdatangan. Karena merasa terancam, Tim Relawan Muktisari merasa terjadi ancaman berkelanjutan.

Tim Relawan penanganan Covid-19 Desa Muktisari berharap pihak berwajib dapat mengangani permasalahan tersebut, agar kejadian yang tidak diinginkan dapat tercegah.

“Jadi harapan kami sebagai warga sekaigus Tim Relawan Covid-19 di Desa kami agar pihak berwajib benar-benar serius menangani kasus ini dalam upaya mencegah kejadian-kejadian yang kita tidak inginkan”, ungkap salah satu Tim Relawan, Herianggara. (ASD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed