oleh

Sempat Dihentikan, Proyek Pembangunan Pujasera Malili Dilanjutkan

LuwuRayaNews.id, Lutim | Sejumlah warga dari Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, mengepung Mapolres Luwu Utara, Selasa (15/01/2019). Mereka menuntut keadilan atas tewasnya Ahmad Dendi di Bendungan Baliase karena dikejar polisi.

Warga menilai aparat kepolisian salah prosedur dalam melakukan pengejaran hingga membuat nyawa melayang. Keluarga korban, Asmuddin, mengungkapkan bahwa Ahmad Dendi dikejar aparat hingga melompat ke Bendung Baliase.

Ia mengungkapkan, bahwa polisi tidak pernah memberi tahu kepada keluarga tentang korban yang sebenarnya dalam pengejaran. “Nanti baru ketahui atas inisiatif kami sebagai keluarga yang mencari dan menemukan korban sudah terapung di Bendungan Baliase,” ungkapnya.

“Sebelumnya tidak ada laporan kepada kami selaku keluarga. Kami hanya mengetahui bahwa Ahmad Dendi hilang, tapi ternyata dikejar polisi sampai tewas,” tambah Asmuddin.
Sementara Kapolres Luwu Utara, AKBP Boyke FS Samola, mengatakan kasus ini sudah sesuai prosedur dan Standar Operasional Prosedur(SOP).

“Karena sesuai prosedur, maka kita siap pertanggungjawabkan,” ujar Boy panggilan akrab Kapolres Luwu Utara. (al*)

Redaksi/Editor : albad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed