Ratusan Mahasiswa Gabungan se-Luwu Raya Berujukrasa di Palopo

0
61

LuwuRayaNews.id, Palopo | Unjuk rasa oleh gabungan organisasi Mahsiswa warnai Perayaan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang terpusat di Kota Palopo, dimana dalam aksi itu satu mahasiswi terpaksa dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis. Rabu (23/01/2019).

Dalam orasinya, peserta unjukrasa  meminta kepada pemerintah, dan semua pihak terkait untuk segera mencabut Moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), dan Menjadikan Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya sebagai DOB.

Aksi tersebut, berlangsung sejak, pukul 10.00 Wita pagi tadi, di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Daerah Sampoddo Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Dilokasi ini, pengunjuk rasa membakar ban bekas dan menutup jalan dengan memalang mobil truk, yang mengakibatkan kemacetan panjang sekitar tiga kilo meter, dari dua arah.

Salah peserta pengunjuk rasa Aswan Nusa yang merupakan tim lobi dari Aliansi Wija To Luwu mengatakan, selama tiga tuntutannya tidak dipenuhi oleh eksekutif maka aksi serupa akan terus berlanjut.

” Aliansi Wija To Luwu dari gabungan berbagai organisasi Mahasiswa ini, akan terus melakukan unjuk rasa selama tiga tuntutan kami tidak terpenuhi oleh pihak eksekutif,” ucap Aswan Nusa.

” Tiga Tuntutan kami itu, adalah, Cabut Moratorium DOB, dan prioritaskan untuk pembentukan DOB Luwu Tengah dan DOB Provinsi Luwu Raya,” tegas Aswan.

Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polres Palopo, dimana saat di konfirmasi, Kapolres Palopo AKBP. Ardiansyah SIK,MH mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan negosiasi dan pendekatan persusasif, agar membuka jalan.

” Unjuk rasa ini berlangsung sejak pukul 10.00 Wita pagi tadi, pihak kami telah melakukan negosiasi dan pendekatan persuasif, agar membuka jalan,” kata Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah.

” Sebenarnya, apa yang menjadi tuntutan, aspirasi dari pengunjuk rasa ini sebelumnya telah diterima oleh Pak Gubernur, yang kebetulan hari ini bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Luwu, namun meski demikian, mereka tetap melanjutkan,” lanjutnya.

” Sesuai hasil negosiasi, demonstran akan melanjutkan aksinya di Kantor DPRD Palopo, dan kita akan kawal. Untuk personel yang kita turunkan sekitar 400 orang gabungan dari polsek-polsek, dan 70 orang BKO Brimob.” tutup Kapolres Palopo.

Belum puas berunjuk rasa di Sampoddo, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu kemudian melanjutkan aksinya di Kantor Walikota Palopo, sekira pukul 15.30 Wita.

Tak berlangsung lama orasinya, mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat saling dorong di area parkir Kantor Walikota Palopo, yang kemudian pecah, bentrok, sehingga aksi unjuk rasa beruba suasana menjadi kejar kejaran, disertai dengan letusan senjata gas air mata

.

Dari peristiwa itu, sejumlah mahasiswa diamankan oleh polisi kedalam kantor Walikota Palopo, yang kemudian dilepaskannya lagi, bahkan salah satu mahasiwi terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis.

Dilokasi unjuk rasa, Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah, juga terlihat, bersitegang dengan mahasiswa peserta demonstran, dimana saat itu perwira dua melati ini, diduga terbawa emosi, bahkan terdengar dari perintahnya untuk mengejar para demonstran. (Awi/al*)

Redsaksi | Editor : albad

Originally posted 2019-01-23 17:53:37.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here