oleh

PT. PUL Diduga Mencemari Lingkungan, DLH Lutim Adakan Investigasi, Ini Hasilnya

LuwuRayaNews.id, Lutim | Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup, langsung menjau lokasi penambangan PT.PU saat menerima laporan dari warga, adanya luapan air bercampur lumpur yang menutupi jalan trans sulawesi, di Salociu Desa Ussu, Kec. Mlali. Sabtu (13/04) kemarin.

Investigasi hari pertama, DLH (Nasir) didampingi KTT PT.PUL (Suyono).

Hasil investigasi hari pertama dan kedeua dilapangan, Kabid Penataan Lingkungan Hidup, DLH Lutim, Nasir, menjelaskan penyebab terjadinya luapan air yqng bercampur lumpur di Desa Ussu, Kec. Malili, Lutim.

Menurut Nasir, penyebab terjadinya luapan air di badan jalan trans sulawesi, tepatnya di Dusun Saluciu Desa Ussu Kec. Malili, Lutim Kamis (11/04) malam lalu, yakni pertama poros Jalan Trans Sulawesi dimana hilirnya, kapasitas diameter sekitar 50 cm drainase dan gorong-gorong tidak mampu mengalirkan air dengan debit dari hulu sungai, lalu aliran sungai yang membawa material sedimen dari bagian hulu sehingga menyebabkan pengendapan pada drainase tersebut.

Nasir marah besar, karena hanya dua sediment pont di buat, sekurang”nya 5 katanya sambil memperlihatkan jarinya kepada pihak PT. PUL.

DLH Lutim, Nasir memberikan solusi dan arahan kepada pihak perusahaan dan diperintahkan untuk mengganti gorong-gorong yang berdiameter 50 cm menjadi 100 cm dan pelebaran drainase.

“Kami sudah perintahkan pada pihak perusahaan agar membenahi semua. Gorong-gorong dan drainase di perbaiki untuk mengalirnya air, ini sedang dalam proses pembenahan di lapangan,” kata Nasir.

“Itu semua harus dibenahi dalam waktu 1×24 jam,” kata Nasir sambil ngos-ngisan campur haus setelah dari bawah tepi jurang.

Kemudian yang kedua. Bagian hulunya atau lokasi pit tambang PT. PUL juga terjadi kesalahan dalam desain sediment pond dan penempatannya serta kapasitas tidak seimbang dengan bukaan lahan tambang, terangnya.

Lanjut Nasir, bahwa penempatan tanah OB atau top soil tidak tepat karena ditempatkan pada bagian belakang tambang yangg bersinggungan langsung dengan sungai tanpa ada perlakuan proteksi, disisi lain sifat tanah tersebut lepas sehingga ketika terjadi hujan rawan terbawa oleh air.

Hari ke dua, Nasir kemabli tunjau lokasi, untuk memastikan kondisi di lapangan

 

Berikutnya, solusi dan saran tindaklanjut lapangan beberapa waktu lalu, yaitu pertama: PT. PUL segera lakukan pembenahan pada pond sediment yang sementara dilakukan.

Kemudian yang ke 2. Penambahan sediment pond pada daerah pit degann ukuran 50 m x 50 m yang juga sementara berjalan segerah di selesaikan.

Nasir saat temui para pendemo yang terkena dampak langsung dan mencairkan suasana dengan solusi.

Lalu yang ke 3. Pemindahan dan perlakuan fisik terhadap keberadaan OB/TOP SOIL yang sementara masih dicarikan solusi oleh PT. PUL segera dituntaskan.

“Pada prinsipnya harus ditangani sesegera mungkin, mengingat kondisi cuaca ekstrem, jagan sampai hujan sebentar malam,” kata Nasir, pada KTT PT.PUL saat mengadakan investigasi dipapangan.

Nasir akan kembali tinjau lokasi tambang, kalau tidak memenuhi atau menyepelehkan keselatan masyarakat, tidak segan-segan menutup tambang

Kepala Bidang Penataan lingkungan Hidup Kab. Luwu Timur, Nasir, memberikan deadline waktu pembenahan pond sediment selama 1×24 jam.

“Kami sudah sampaikan pada pihak perusahaan agar dalam waktu 1×24 jam semua bisa di benahi, menginggat cuaca pada saat sekarang ini tidak bisa di tebak,” pangkas Nasir.

Redakai | Editor: albad/ant

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed