oleh

Penutupan Jalan Masuk Seko Berdampak Pada Kebutuhan Pokok Masyarakat Desa Hoyane

LuwuRayaNews.id – Luwu Utara | Salah satu tokoh masyarakat Desa Hoyane, Tandi Gaya berharap penuh kepada pemerintah Kecamatan Seko agar segera mengevaluasi kembali atas kebijakan yang diberlakukan saat ini. (18/05/2020)

“Selama ditutupnya akses masuk di Kecamatan Seko, masyarakat Desa Hoyane menjerit akibat langkanya kebutuhan pokok seperti gula, minyak kelapa, tepung terigu, garam dan telur serta beberapa bahan lainnya termasuk BBM,” ucapnya.

Tandi Gaya atau biasa disapa pak Dian berharap dengan kondisi seperti ini, harusnya Pemerintah memikirkan masyarakat agar tidak kesulitan mendapat kebutuhan pokok, apa lagi menjelang lebaran.

Walaupun masyarakat mau ke Eno, untuk belanja kebutuhannya sangat sulit hanya masyarakat memiliki stok BBM yang bisa. Mengingat jarak jauh antara Eno dengan Desa Hoyane membutuhkan waktu 2 hari PP. Sementara masyarakat di Hoyane saat ini kesulitan mendapat BBM sebagai bahan yang digunakan menjangkau Eno.

“Tiga hari lalu sempat ada bensin 2 jiriken dibawah oleh ojek dari Eno namun harganya cukup mahal mencapai 28.000/liter karena kebutuhan walaupun harganya mahal dengan terpaksa masyarakat tetap membeli,” lanjutnya.

Selain kebutuhan, mereka juga berharap kepada pemerintah kecamatan seko agar proaktif mengedukasi masyarakat agar tidak kepanikan.

Beberapa hari telah terjadi di Desa Hoyane, lantai jembatan di bongkar oleh segelintir masyarakat dengan alasan untuk memutus atau mencegah penyebaran Covid-19.

Terjadinya hal ini dikarenakan masyarakat panik mendengar informasi bahwa ada masyarakat Seko dari Desa Hono terpapar Covid-19.

Tambahan dari Tandi Gaya, sejak adanya pandemi covid-19, belum ada bantuan Pemerintah berupa sembako maupun dengan bantuan tunai lainnya di Desa Hoyane kecuali masker dengan sabun dari kepala Desa Pjs dengan Camat Seko,” terang Tandi Gaya. (asd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed