oleh

Penutupan Jalan Menuju seko Diduga Jadi Ladang Bisnis, Bupati Luwu Utara Tutup Mata

LuwuRayaNews.id – Luwu Utara | Diketahui lockdown dan karantina wilayah adalah kebijakan pemerintah pusat bukan daerah seperti yang disampaikan oleh presiden RI joko widodo (Jokowi) melalui pidatonya di istana Bogor senin 16 maret 2020.

PSBB atau isolasi wilayah belum berlaku di kabupaten luwu utara, ada apa dengan camat seko hingga berani melanggar keputusan presiden dan keputusan bersama oleh Forum komonikasi Daerah (Forkopimda) pada tanggal 4 Mei 2020.

Pernyataan Camat seko melalui Fortal Metropendidikan. com yang mengatakan, kami melakukan penutupan jalan atas desakan kepala desa dan masyarakat seko diduga hanya pembenaran karena tidak semua masyarakat seko menyetujui hal itu.

Berita acara penutupan jalan yang dibuat oleh camat seko pada Tanggal 3 Mei 2020 di Eno yang mengatas namakan masyarakat seko dan Kepala Desa dikabarkan tidak melalui kesepakatan bersama oleh masyarakat.

Hal itu dibenarkan oleh kepala puskesmas seko Frans saat di konfirmasi melalui via selulernya sabtu 23 mei 2020. Menurutnya, alasan Camat Seko menutup jalan tersebut karena banyak masyarakat yang minta saat kami keliling ke Desa mengadakan sosialisasi,”kata Frans.

“Tim investigasi Komando Garuda Sakti Lembaga Aliansi Indonesia menyebut, penutupan jalan menuju seko bukan pencegahan covid-19 tapi diduga pencegahan pedagang agar bisnis para oknum lancar.

Munculnya dugaan itu setelah ditemukan, Camat Seko bersama oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang menjual BBM ke masyarakat.

Oknum yang terang-terangan melakukan transaksi uang ke masyarakat di kabarkan Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) pada salah satu Desa di Seko tengah.

Saat di hubungi melalui via selulernya sedang diluar jangkauan, di konfirmasi melalui pesan singkat tak memberikan balasan, hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan dari pihaknya.

kapolsek limbong Iptu l. Dewa Putu Alit, mengatakan forkopimcam seko telah melanggar keputusan bersama Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) namun menurut kapolsek, kita tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah terlanjur ditutup jadi kita pasra saja ,” Ucap kapolsek 29/5/2020.(H)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed