oleh

Pembiaran 4 Tahun Diduga Modus Menghilangkan Jejak Penyimpangan

LuwuRayaNews.id | Luwu Utara, Proyek pembangunan penyaluran Air Baku dari Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara dinilai mubazir, pihak Balai terkesan melakukan pembiaran selama 4 tahun.

Diketahui proyek tersebut di bangun pada tahun 2015 dari APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Sulawesi Selatan dengan besaran Anggaran kurang lebih 14 Miliar Rupiah.

Proyek tersebut menelan biaya yang sangat besar dengan harapan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kegagalan proyek tersebut belum di ketahui, alasan sehingga bidang Pengadaan Air Minum BBWS tidak melakukan peningkatan jaringan instalasi hingga ke rumah warga.

Saat dikonfirmasi Adi yang juga salah satu staf di bidang Pengadaan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Whatsapp pribadinya, tidak memberikan keterangan apapun, ketertutupan informasi kepada tim pewarta menjadikan hal tersebut sebagai bola liar yang semakin berkembang.

Tim investigasi Komando Garuda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia DPC Kabupaten Luwu Utara Agus mengatakan, saya menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak terkait hingga proyek tersebut di biarkan begitu saja tanpa adanya upaya untuk melakukan peningkatan jaringan instalasi.

4 tahun itu bukanlah waktu singkat, ada dugaan ini adalah salah satu cara untuk menghilangkan jejak penyimpangan oleh pihak terkait agar kesalahan yang ada bisa menjadi sebuah alasan penyebab bocornya pipa. Jika bukan itu lalu apa yang menjadi alasan sehingga bidang Pengadaan Air Minum dari balai besar tidak melakukan peningkatan jaringan instalasi ke rumah warga agar bisa dinikmati, ” Ucap agus.

pen. td/sam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed