oleh

PDAM Belum Maksimal Bupati Luwu Resmikan Proyek Pamsimas, Ini Pesan Cakka

LuwuRayaNews.id, Lutim | Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, meresmikan dua proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) senilai Rp500 juta, di Desa Bassiang dan Bassiang Timur Kecamatan Ponrang Selatan, Senin, (28/1/2019) siang.

Saat peresmian, Cakka sapaan akrab Bupati Luwu didampingi Kepala Dinas PUPR, Ridwan Tumbalolo, Setker Pamsimas Kabupaten Luwu, Dany Mahendra, Ketua Tim Penggerak PKK, Andi Tenri Karta serta sejumlah pejabat lingkup Pemkab Luwu.

Dalam sambutannya, Cakka mengatakan bahwa program Pamsimas ini adalah pemenuhan hak dasar hidup bagi masyarakat soal kebutuhan air bersih.

“Ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan bagi masyarakat yang terus diwujudkan oleh Pemkab Luwu melalui beberapa program, diantaranya melalui program Pamsimas,” ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa setiap program Pamsimas haruslah melibatkan elemen masyarakat, melalui kerja sama dengan pemerintahan desa.

“Ini dimaksud pula agar masyarakat dan pemerintahnya pada tingkat desa tetap bersinergi atas program pemerintah pusat dan program Pemkab Luwu. Tujuan lain adalah agar distribusi air melalui pamsimas benar-benar repat sasaran,” katanya.

Dengan pola kerja demikian maka sudah bisa dipastikan program Pamsimas di daerah akan sukses dan mampu mensuplai kebutuhan air bersih, hingga ke pedesaan dan lokasi terpencil di sebuah daerah..

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam program seperti Pamsimas sangtalah penting. Dan Alhamdulillah PUPR sudah menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

Diakui Bupati Luwu dua periode ini bahwa jaringan pipa milik PDAM Luwu belum maksimal menjangkau sejumlah daerah di Kabupaten Luwu termasuk Bassiang dan Bassiang Timur.

Sehingga kata dia program Pamsimas menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Saya pesankan kehati-hatian kepada mengelola Pansimas sebab menyangkut harga jual air. Tentu harga satu kubik air beda di Basiang dan Basiang Timur makanya pengelolah Pamasimas harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan kesan buruk di tengah masyarakat,” pesannya. (LQ/ant*)

RedaksiĀ | Editor : albad/ant*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed