oleh

Mahasiswa Demo Dalam Gedung Rektorat Universitas Andi Djemma Palopo

Aliansi Mahasiswa Unanda melakukan riak di dalam gedung Rektorat Unanda, menuntut kejelasan terhadap penanganan pencemaran nama baik kampus dan subsidi biaya BPP ditengah pandemi Covid-19, (8/6/2020).

Reski, anggota Aliansi Mahasiswa Unanda mengatakan, hal ini dilakukan akibat tidak adanya kejalasan dari birokrasi terkait dengan persoalan penanganan pencemaran nama baik kampus melalui akun Instagram dan subsidi biaya BPP 50% semester depan.

“Kami sangat kecewa dengan jawaban dari bapak Wakil Rektor I dan III yang menemui kami pada saat melakukan audiens. Jawaban yang diberikan sangat tidak rasional terkait dengan putusan yayasan yang hanya memberi subsidi sebesar 2% saja kepada mahasiswa ditengah pandemi Covid-19.

Hal ini sangat membuat kami kecewa, sehingga kami melakukan demonstrasi. Jika pihak birokrasi masih menutup mata dengan hal demikian, maka kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar untuk menuntut kepada birokrasi kampus Alagar Tltidak main-main dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, mahasiswa hari betul-betul merasakan dampak Covid-19 yang membuat orang tua kami kewalahan dalam pembiayaan kuliah kami. Universitas Andi Djemma sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan yang dapat mempermudah kami untuk mengakses pendidikan,” tegas Reski dalam orasinya.

Reski juga mengatakan bahwa kampus harus bertanggung jawab atas diamankannya teman mereka di Polres Palopo, karena penyebab dari semua masalahnya adalah kampus sendiri dan jelas dalam aturan Rektor bahwa birokrasi harus melindungi mahasiswanya, baik itu dalam kampus maupun di luar kampus.

Jika kampus lepas tangan, maka kami akan melakukan aksi solidaritas yang besar ditengah gejolak pandemi Covid-19 ini. (asd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed