oleh

Lagi Kriminalisasi Wartawan.! Kadishub Kota Makassar alergi dan Lecehkañ Wartawan

LuwuRayaNEWS.ID, Makassar | Pers yang merupakan penyedia informasi bagi masyarakat, ternyata masih terabaikan akibat kurangnya kerjasama antara pejabat terkait dengan kalangan insan Pers.

Hal ini tercermin melalui sikap atau prilaku tertutup oleh oknum instansi Kadishub yang di sinyalir atau dinilai melecehkan profesi wartawan sebagai bentuk tidak responsibnya oknum pejabat tersebut kepada kulit tinta, sikap alergi yang dipelihatkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang belum lama di lantik ini dianggap kurang bersahabat serta tidak menunjukkan performa atau kepemimpinan birokrasi yang merakyat atau dengan kata lain SOPnya.

Suasan keadaan keadaan ruangan saat para awak media menunggu terlihat sepih dan terkesan tertutup dan seakan akan alergi kepada wartawan, apa yang di tutupi

Pasalnya ketika ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya melalui salah seorang stafnya untuk dimintai keterangannya untuk di konfirmasi langsung “eh malah menghindar dan mengibuli wartawan yang sudah menunggu berjam-jam terkesan alergi dengan wartawan. Spontang para awak media kesal dengan ulah oknum kadis tersebut, dan pertanyannya, ada apa, mengapa menghindar, sesuatu dibenak para pewarta tak terpecahkan. Senin (14/01/2018) tahun lalu, di Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar Jl.Mallengkeri Provinsi Sulawesi Selatan,

Sebagai masyarakat biasa tentu sangat menyayangkan pejabat sepangkat kadis yang di sandang saat ini masih saja ada oknum yang belum memahami SOP atau etika berbangsa dan masyarakat padahal sudah diatur dalam UU kode etik Badan Kepegawaian Nasiional No 28 Tahun 1999 Kemendephub.

Kadishub Kota Makassar yang belum lama dilantik dibawah kepemimpinan bapak Walikota Makassar Ramdhany Pomanto tidak sepatutnya memperlakukan jurnalis atau pekerja media untuk mendapatkan informasi karna hal tersebut sama saja dinilai melecehkan atau melabrak UU Pokok PERS No 40 Tahun 1999 dan UU Keterbukaan Informasi Pablik (KIP) No 14 Tahun 2008.

Hal ini terekam dan disampaikan kronoligis kejadiannya melalui percakapan sebagai berikut,

“Ada pak Kadis pak” kata awak media kepada angota Dishub, Staf kadis “Ada pak dari mana “? Tanya kepada awak media, Awak media, “Kami dari media pak mau ketemu pak Kadis”, Staf Kadis, “Oh iye nanti saya sampaikan tunggu ya pak” kata angota Dishub ke beberapa awak media, setelah dari ruangan Kadis anggota/staf Dishub mengatakan. Tunggu katanya pak nanti selesai rapat dan isi dulu pak daftar Tamunya,ujarnya”.

Beberapa menit kemudian kurang lebih sejam para awak media menunggu pas depan ruangan Kadis, Kemudian para anggota Dishub keluar menemui para awak media, Gimana pak sudah selesai rapatnya pak Kadis.kata awak media ke anggota/staf Dishub, “Pak Kadis sudah keluar kita tidak lihat”. kata anggota/staf Dishub kepada para awak media yang menunggu kurang lebih 2 jam. para awak media langsung spontan kaget ahhh…!!! kok pak Kadis seperti itu berarti pak Kadis tidak respek pada wartawan alias alergi, ok lah pak kami pulang kalau Kadis seperti itu.kata awak media kepada para anggota Dishub dengan hati kecewa.

Sebagai pejabat fungsional di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar harus meningkatkan komunikasi yang lebih baik lagi dengan para pekerja pers.
Sebab pers media keterbukaan informasi yang kini dibutuhkan masyarakat.(al*)

LAPORAN : Iwn Mks

Redaksi/Editor : albad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed