oleh

Kades Limbong Diduga Kongkalikong Dana Desa, Penegak Hukum Diminta Bertindak Tegas

LuwuRayaNews.id- Kecamatan Rongkong | Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian Desa dan Daerah Tertinggal untuk semua Desa di Indonesia, dengan maksud dan tujuan untuk memajukan pembangunan Desa. Namun tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan Pemerintah maupun masyarakat sebagai penerima manfaat.

Masih ada saja oknum kepala Desa yang terus melakukan kongkalikong, kali ini kembali lagi ditemukan di Desa Limbong, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.

Pembangunan rabat beton yang baru saja berjalan 1 bulan di Dusun Borong Lewa, telah menjadi sorotan masyarakat akibat permukaan beton terkelupas dan sudah mulai muncul kerikilnya. Diduga tidak sesuai spesifikasi.

Beberapa masyarakat mengatakan bahwa saat material dicampur dengan semen, tidak diukur dengan baik sebagaimana yang direncanakan oleh konsultan teknis sebelumnya.

Salah satu warga masyarakat Desa limbong (IR) mengatakan, “saat pelaksanaan kegiatan, materialnya hanya ditumpuk pada ruas jalan kemudian dicampur dengan semen setelah itu disiram lalu dihampar dengan menggunakan cangkul.

Kemudian ukuran tebal hanya modus, tidak sampai pada bagian tengah. Mereka sengaja memperbaiki pada bagian pinggir untuk mengelabui mata masyarakat dan tim pemeriksa agar tidak ketahuan jikalau terjadi kongkalikong,” ucap warga.

Ia menuturkan, “kalau Camat dan Dinas terkait tidak mempercayai bahwa pada bagian tengah sangat tipis. Mari kita buktikan dengan beberapa vidio saat pelaksanaan berlangsung, atau di dokumentasi,” tegas warga (2/6/2020)

Ketua BPD Desa Limbong, Rahmat Palate membenarkan hal itu, rabat beton di Dusun Borong Lewa dan Salutallang tidak ada yang sesuai spesifikasi. Menurutnya, ini adalah kesalahan Kepala Desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), sebab memborongkan ke masyarakat 100.000 per meter tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkan.. (2/6/2020)

Lanjut ketua BPD, “selama ini, kami sudah sering sampaikan pada Tim Pelaksana Kegiatan agar bekerja sesuai bestek tapi mereka tetap saja melakukan. Perlu diketahui bahwa kami sebagai BPD tidak membiarkan masalah ini, tetap kami kontrol sesuai tugas kami namun setiap menegur TPK, selalu beralasan kalau itu sudah petunjuk dari Kepala Desa. Kepala Desa juga tidak kooperatif kalau diajak untuk membicarakan hal ini.

Kami dari BPD berharap kepada Camat untuk bertindak tegas agar TPK memperbaiki kembali sesuai yang direncanakan oleh konsultan teknis sebelumnya. Jika tidak, kami selaku BPD tidak akan menandatangani Laporan Pertanggung-jawabannya kerena tidak sesuai bestek,”tegas ketua BPD.. (2/6/2020)

Menurut tanggapan dari ketua Tim pelaksana Kegiatan (TPK), Arlis mengakui kalau sering mendapat teguran dari BPD dan masyarakat menurutnya tidak bisah berbuat apa-apa karena RAB ada pada kepala Desa.

Arlis menjelaskan, “apa yang kami laksanakan mulai dari campuran semen, ukuran tebal, ukuran lebar, serta borongan per meter ke masyarakat, semua atas petunjuk dari Kepala Desa. Yang ada sama kami sebagai petunjuk kerja hanya gambar, tidak ada RAB,” jelas Arlis selaku Ketua TPK . (2/6/2020).

Tim Media ini telah mendatangi kantor kepala Desa Limbong untuk dikonfirmasi tapi sedang keluar daerah, hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan dari Kepala Desa.(A)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed