oleh

FBM-Areal Tambang Angkat Bicara Kisruh di PT. CLM, Singgung Masalah ini

LuwuRayaNews.id, Lutim | Terkait kisruh perusahan tambang nikel CLM, Forum Bersama Masyarakat Areal Tambang (FBM – Areal Tambang) Luwu Timur, Sukri Nur, menyinggung maslah lemahnya pengawasan selama ini.

Sukri juga mangatakan, bahwa masalah ini terus menerus terjadi dari tahun ke tahun, seakan-akan tak ada evaluasi dari pemerintah daerah (pemda). Kondisi ini menimbulkan anggapan bahwa pemda gagal mengelola tambang di wilayah mereka. Dirinya juga mengamati di lapangan, dan menilai lembaga-lembaga pemerintahan daerah tampak tak serius menyikapi persoalan lingkungan di wilayah terdampak oleh perusahaan tersebut.

Menurut Sukri, pengelolaan tambang akan menjadi racun. Kenyataan, limbah buangan tambang menyebabkan lingkungan tercemar, membunuh ikan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar yang berinteraksi dengan air dan laut.

Lanjutnya lagi, saat ini pertambangan di Lutim masih lemah dalam konsep CSR Yg sudah ada regulasinya, “UU yg mengatur, dan seolah- olah saat ini perusahaan tambang juga tidak punya tanggung jawab sama sekali dalam hal kemudahaan angkatan kerja local untuk bisa bekerja di kampungnya sendiri yg mana mutlak pemilik kekayaan alam yang harus nya digunakan dan memakmur masyarakat sesuai amanat UUD RI. Namun terkadang dalam rekrutman prosedural dan regulasi seolah – olah di up agar angkatan kerja local tak punya kesempatan berkarya di daerahnya sendiri,” ungkap Sukri Nur.

“Adapun hal tersebut , mengenai karir anak local di perusahaan tambang juga terkadang tidak diberi kesempatan untuk berkarya,” lanjut Sukri melalui WhatsAppnya. Minggu (23/06/2019).

Perusahaan kontraktor sebagai rekan bisnis pengelola tambang, seakan akan di biarkan dalam hal CSR sehingga, boleh kita katakan bahwa , kontraktor yg punya kesempatan mendapatkan keuntungan dari kekayaan bumi batara guru tak berdampak apapun , terhadap nila economy di daerah, adapun hal tersebut sudah lama ber langsung dan harapan kita bersama pengelola tambang lebih bisa ikut ber tanggung jawab dalam mengingatkan persoalan CSR, dan pemberdayaan agar kesempatan anak local dapat ikut dalam perkembangan Dan berkarya did tambang masyarakat Lutim.

Redaksi | Editor : ant/albad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed