oleh

Dugaan Penyalahgunaan Dana PISEW Semakin Tajam Ke Pendamping

LuwuRayaNew.id | Luwu Utara, Dugaan Penyalahgunan Anggaran pembangunan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara, sudah muali terungkap pelan-pelan.

Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) saat di konfirmasi terkait matrial masyarakat dan biaya oprasional sekertaris yang belum dibayarkan mengatakan, benar masih ada sangkutan matrial sebanyak 28 juta rupiah, dan hal itu bukan karena dananya tidak ada tetapi terlambat di tarik dari Bank karena buku rekening di pegang oleh pendamping teknis. Dan masalah biayah oprasional saya sudah berikan kepada yang bersangkutan yaitu, sekertaris dan bendahara sesuai dana yang ada sama saya.

Adapun masalah pengeluaran lainnya sedikit saya jelaskan bahwa saat pencairan pertama saya dengan pendamping teknis yang melakukan transaksi di Bank, setelah selesai transaksi pencairan kami kerumah pendamping dan disana pendamping mengambil uang itu sebanyak 42 juta rupiah dengan alasan untuk bayar utang. Kemudian pencairan kedua pendamping dan bendahara yang melakukan transaksi di Bank, dan menurut laporan pendamping beberapa waktu setelah selesai pencairan, dananya sudah di serahkan ke bendahara.

Terkait kekurang volume pada pekerjaan tersebut, kami sudah alihkan ke jalan tani di Desa Embonatana atas dasar pertimbangan kondisi dan waktu yamg mendesak dan hal itu dilakukan berdasarkan petunjuk dari satuan kerja oleh dinas terkait, ” Terang ketua 4/02/2020)

Bendahara membenarkan bahwa pernah melakukan transaksi pencairan di Bank BRI bersama dengan pendamping teknis tapi uangnya di ambil oleh pendamping kemudian di masukan dalam tasnya setelah dicairkan. Beberapa hari kemudian saya ke rumah pendamping dengan tujuan pamit karena saya mau berangkat ke Seko, dan saat itu pendamping memberikan uang ke saya sebanyak 15 juta rupiah dan satu buah Handphone merek oppo, katanya uang untuk pembayaran matrial dan Handphone untuk foto-foto kegiatan di lapangan,” ungkap bendahara.

Pernyataan tersebut, di banta oleh pendamping teknis saat di konfirmasi melalui telpon selulernya mengatakan, saya tidak pernah mengambil dananya apa lagi menarik dana dari rekening tanpa ada salah satu pengurusnya. Saya disini hanya mendampingi bendahara ke Bank adapun masalah Buku Rekening memang benar ada sama saya itupun mereka yang titip saat mereka berangkat ke seko,” ungkap Elwon (04/02/2020)

Soal biaya oprasional, sekertaris mengatakan saya tidak pernah terima uang dari siapa pun termasuk menanda tangani berkas, namun saya sedikit binggung kenapa ada nama saya dalam laporan pertanggung jawaban hal ini saya benar-benar merasa dirugikan, dan masalah ini saya akan tuntut ,”Tegas Daniel 9/02/2020.

Terpisah, Andi kordinator Tim Investigasi Hukum dan Ham Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPM) menegaskan, akan menindaklanjuti masalah ini untuk mengetahui kebenaran dari indikasi tersebut. Andi mengatakan akan melaporkan masalah ini ke penegak hukum agar terjawab siapa di antara mereka yang melakukan penyalaggunaan hingga menyebabkan dugaan kerugian Negara,” Tegas Andi. (yos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed