oleh

Camat Seko Dinilai Gagal Paham Terkait Intruksi Bupati Tentang Penanganan Covid-19

LuwuRayaNews.id – Luwu Utara | Tindakan Pemerintah Kecamatan Seko, Kab. Luwu Utara dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 mendapat sorotan dari beberapa masyarakat. Dinilai tindakan tersebut, berdampak buruk pada ekonomi masyarakat.

Informasi dari salah satu masyarakat Seko melalui telepon seluler, Minggu 10 Mei 2020 kepada LuwuRayaNews.id mengatakan, kebijakan pemerintah Kecamatan Seko dalam mencegah penyebaran Covid-19 membuat kami kesulitan mendapat sembako untuk kebutuhan sehari-hari karena semua akses ditutup total,” ujurnya.

Lanjut, Kami sebagai masyarakat berharap penuh kepada Pemkab. Luwu Utara terkhusus Bupati, Indah Putri Indriani agar segera mengambil langkah untuk membebaskan kami dari lockdown sebelum terjadi perselisihan paham antara masyarakat dengan pemerintah kecamatan.

Dampak dari tindakan pemerintah kecamatan kami masyarakat yang jadi korban, Bupati harus pahami keadaan kami di Seko, walaupun kami diberikan bantuan tunai berpuluh-puluh juta per KK kalau akses keluar belanja ditutup total apalah gunanya bantuan itu.

Untuk itu, saya berharap penuh kepada Bupati Luwu Utara segera memberikan teguran kepada Akbal Ali selaku Camat Seko agar tidak terus-terusan melakukan lockdown. Ibu Bupati harus pertimnangkan kebutuhan sehari-hari kami seperti gula pasir, garam, BBM, dan kebutuhan lainnya. Sembako yang di angkut oleh pesawat Cargo tidak bisa diharap karena hanya 1 ton per hari tidak cukup untuk masyarakat.

Seya salaku masyarakat ingin ada posko tapi tidak dengan lockdown seperti sekarang ini karena sangat mempengaruhi kebutuhan masyarakat dalam kesehari-harian, termasuk kepada mental masyarakat karena di hantui rasa ketakutan,” tutur warga.

Sekedar diketahui belum ada informasi atau tanggapan dari pihak pemerintah kecamatan seko hingga berita ini dimuat.

Terpisah, Tim Investigasi Komando Garuda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia DPC kabupaten Luwu Utara, Agus Setiawan mengatakan, tindakan Pemerintah Kecamatan Seko menutup jalan sangat tidak rasional, selain berampak buruk terhadap masyarakat juga bertolak belakang dengan keputasan Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada tanggal 04 Mei 2020 di Masamba.Tak hanya itu saja, termasuk surat yang diajukan ke Bupati Luwu Utara dengan nomor surat: 744/ 16/IV/KS/2020 prihal Permintaan pemberhentian Pesawat Cargo di Bandar Udara Seko.

Agus mengatakan, tak salah jika Akbal Ali diduga sebagai camat gagal paham tentang tugas dan fungsinya (Tupoksi) sebab jelas bahwa tindakan yang dilakukan dalam menghadapi pencegahan penyebaran Covid-19 sudah diluar dari aturan. Harusnya memahami bahwa wilayah Luwu raya khususnya di Kabupaten Luwu Utara belum masuk sebagai wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),”ujarnya.

Lebih lanjut Agus, saya berharap kepada Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, jika Akbal Ali selaku Camat Seko masih tetap memaksakan diri mengeluarkan aturannya sendiri tanpa harus mempertimbankan dampak buruknya bagi masyarakat sebaiknya diparkir saja dengan baik-baik dan digantikan orang lain. untuk apa dipertahankan kalau hanya sebutan camat lalu tidak memahami tupoksinya selaku perpanjangan tangan oleh Bupati sebagai kepala Daerah, “Tegas Agus. (HF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed