oleh

Aset SMPN 2 Seko eks Bangunan Lama Sudah Banyak Yang Hilang, di Duga Ada Oknum Yang Bermain

LuwuRayaNews.id – Luwu Utara | Aset UPT SMP Negeri 2 Seko Kecamatan Seko kabupaten Luwu Utara, hasil dari bongkaran bangunan lama yang saat ini dibangun oleh PUPR pusat menuai masalah.

Pasalnya, barang bongkaran x gedung lama yang nilainya jutaan rupiah diduga banyak yang hilang, kepala UPT selaku penanggung jawab di sekolah tersebut dinilai melakukan pembiaran.

Dan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, tidak semua matrial itu hilang ada juga yang dijual oleh kepala UPT ke kontraktor,” kata warga yang enggan disebut namanya.

Hal itu diakui oleh kepala UPT saat dikonfirmasi, ia mengatakan saya menjual matrial itu dengan persetujuan oleh bagian aset dari daerah bukan karena kemauan saya sendiri. harga/kubiknya Rp 600,000, 30% dari harga pasaran umum sesuai petunjuk dari bagian penanganan aset.

“Uang dari hasil penjualan ramuan bekas tersebut masih ada sama saya kurang lebih dari 3 juta dan akan saya serahkan ke bagian aset di daerah setelah saya sudah di masamba nantinya,” Ujarnya.

“Lunjut, memang ada papan dan balok hilang tapi yang ambil TR, yang saat ini menjabat sebagai pelaksana jabatan sementara (PJS) di salah satu desa di seko tengah. Dan saya dapat informasi dari orang kepercayaan saya, “kata kepsek kepada media ini Sabtu 12/9/2020.

Saat dikonfirmasi ke oknum PJS tersebut mengatakan, saya tidak perna ambil papan atau balok di sekolah, dan tuduhan ini akan saya lamporkan ke pihak yang berwajib karena sudah merusak nama baik saya,” Tegas TR.

Dayat selaku Pelaksana proyek tersebut saat dikonfirmasi telah membenarkan adanya pembelian papan dari kepala sekolah tetapi ia membanta atas tudingan kepala sekolah terhadap TR.

Menurutnya, tidak ada urusannya TR, terkait masalah papan bekas, jangan sembarang menudu orang kalau tidak ada bukti apa lagi kalau tidak melihat langsung.

Papan yang ada di depan rumah TR, memang itu dari sekolah yang ambil bukan TR, tapi yang ambil saya untuk persiapan gudang penampungan matrial untuk proyek sekolah yang sementara berjalan.

Perlu juga diketahui bahwa pembongkaran bangunan lama untuk satu ruangan bukan pihak kami yang bongkar tapi kepalah UPT sendiri yang perintahkan orang lain untuk,”Kata Dayat Minggu 13/9/2020.

Terpisah, Ketua DPC Komando Garuda Sakti Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Luwu Utara Tandi,” mengatakan harusnya kepala UPT sebagai penanggung jawab di sekolah tersebut menjaga semua matrial itu karena itu adalah aset sekolah.

Kalau kepala UPT tidak tranpasaran tentang matrial yang di bongkor pada satu ruangan seperti yang dijelaskan oleh pelaksana proyek sebelumnya saya akan laporkan maslah ini ke pihak yang berwajib karena ini maslah aset,” Tegas Tandi. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed